Kalian pernah gak sih ada dalam kondisi laper tapi males kemana-mana, Kuliner Lovers? Kalo lagi ngidam makan sesuatu dan restoran tersebut menyediakan layanan delivery sih bakal nguntungin banget. Tinggal angkat telepon, langsung cusss telepon si customer service restorannya buat pesen makanan. Tapi kalo kalian pengen makan sesuatu tapi bingung mau makan apa dan bingung mau telepon kemana karena restorannya pun belum ditentuin? Belom lagi kalo pas cari info restoran, terus gak nemuin nomor delivery order si restorannya. Ribet, kan? Nah, siang ini saya baru aja nyobain pelayanan delivery online-nya Food Panda. Apa sih Food Panda?
Siang tadi saya ngerasa laper banget. Padahal jadwal hari itu cukup padet karena ada beberapa tugas yang mesti diselesein. Ya.. Mahasiswa yang nyambil kerja sih gak kenal waktu libur, Kuliner Lovers! Hehe. Akhirnya saya pergi ke kosan temen, nih. Saya ngeluh sama dia karena bingung mau makan apa. Sampe kemudian akhirnya dia bilang “Lu pilih makanan aja susah, gimana mau pilih orang buat jadi pacar lu”. DHAAAR~
“Nih, cek aja ke foodpanda.co.id”, sambil teman saya mengakhiri percakapan mengenai saya yang kelaparan yang berlanjut kepada hal-hal mengenai percintaan.
Saya tinggal di daerah Sukaluyu. Saya sedikit bosan dengan makanan yang ada di daerah ini. Sampe akhirnya saya browsing foodpanda.co.id, link yang direferensikan oleh teman saya yang aktif di dunia maya. Pertama kali saya buka linknya di iPad, ternyata Food Panda ini tersedia juga di aplikasi mobile. Sangat memfasilitasi sekali kebutuhan orang seperti saya terhadap kepraktisan hal-hal yang bisa dilakukan secara online nih, Kuliner Lovers!
Pada dasarnya, fitur dan langkah-langkah untuk melakukan delivery order via online di Food Panda ini sama saja, baik via situsnya langsung maupun via aplikasi mobilenya. Yang membedakan hanya interfacenya saja nih, Kuliner Lovers! Kalo saya sendiri, setelah saya mengakses versi web, mobile web, dan mobile app-nya, saya lebih suka tampilan web-nya. Kebetulan saya memang sedang online via laptop, meskipun sesekali saya melirik gadget saya.
Pertama masuk ke situsnya, saya langsung ditawari 3 pilihan lokasi; Bali, Bandung, Jakarta. Saya langsung pilih Bandung. Terus, keluar deh area yang mau dituju. Sebenarnya kamu bisa pilih area sesuai dengan lokasi restoran favorit kamu berada. Saya sih prefer ke lokasi yang jangkauannya tidak terlalu jauh dari kost saya biar gak terlalu lama nunggu makanannya dating. Saya lebih deket ke Jalan Riau, dan akhirnya saya pilih area Riau.
Lokasi udah dipilih, nih. Terus, nanti bakal muncul lits restoran yang ada di sekitaran area tersebut, Kuliner Lovers! Enaknya Food Panda ini, kalo restorannya belom buka, maka di gambarnya pun jadi gak aktif link-nya. Artinya, kita ga bisa pilih restoran itu. Jadi ketersediaan pengunjung Food Panda untuk mengorder makanan via restoran juga disesuaikan dengan jam buka restoran tersebut di offline atau store-nya. Jadi pengunjung Food Panda pada jam tersebut hanya akan bisa memesan makanan sesaui dengan jam buka restorannya. Otomatis banget ya sistemnya Food Panda ini!
Dari beberapa list restoran, saya pilih Bebek Garang. Pada saat itu, saya membuka situs Food Panda sekitar jam 9.40an. Pada situs Food Panda, resto Bebek Garang ini belum bisa diklik karena disitu tertera bahwa resto tersebut baru bisa buka jam 10. Di profile Bebek Garang yang ada di halaman resto-list Food Panda itu tertera notifikasi “closed”. Karena saya memang sudah merasa klop dengan menu-menu dari resto Bebek Garang ini, akhirnya saya putuskan untuk menunggu buka daripada mengganti dengan resto lain.
Pada jam 10.05, saya kembali mengunjungi situs Food Panda. Yep! Sekarang profile resto Bebek garang sudah bisa diklik. Saya pun langsung memilih resto Bebek Garang. Taraaa~ Saya langsung disuguhkan beberapa menu dari resto tersebut. Di setiap menunya sudah ada fitur “tambah pada chart”, sehingga pada saat kita mengekik salah satu menu, maka secara otomatis menu tersebut akan muncul di chart yang ada di kanan situsnya. Chart tersebut adalah list dari hasil pembelanjaan kita. Food Panda juga sudah menyertakan biaya ongkos kirim dan pajak pada total hitungan yang ada pada chart tersebut sehingga kita sudah hanya tinggal melihat total keseluruhan pembelanjaan yang dilakukan pada saat itu.
Saya memesan cukup banyak menu di resto Bebek Garang ini. Setelah saya selesai memilih menu-menu tersebut, saya langsung klik “Delivery” dan “Order Now”. Sulit? Apakah sampe tahap ini ada yang sulit, Kuliner Lovers? Gak ada, lho! Semuanya bisa dilalui dengan sangat mudah! Pada saat saya sudah klik “Order Now”, saya langsung diarahkan kepada sebuah form. Yep. Disanalah mereka mendapatkan informasi tentang kita mengenai siapa yang memesan makanan plus nomor telponnya untuk bisa dihubungi dan lokasinya dimana untuk dikirimi pesanan. Saya hanya perlu melakukan beberapa kali input data khususnya di bagian nama dan alamat yang dituju. Mudah banget kan, Kuliner Lovers! Udah, deh. Sebenarnya sampe situ pun pesanan kita sudah bisa diproses disana. Namun, untuk meyakinkan para konsumennya, tim Food Panda pun langsung menelpon saya. Mereka menanyakan apakah benar saya sudah memesan menu-menu tersebut. Setelah saya iya-kan, beberapa detik kemudian, pegawai bagian delivery order Bebek Garang langsung menelpon saya untuk konfirmasi mengenai pesanan saya. Waw. Sangat responsive sekali ya, Kuliner Lovers! Beneran, deh. Jadi gak ada biaya telepon sama sekali tadi. Mereka yang telpon saya dua kali; satu dari Food Panda, dan satu dari restoran yang menunya saya pesan. Setelah saya setujui dan sepakati bahwa saya benar yang memesan menu-menu tersebut, maka mereka kemudian menyuruh saya untuk menunggu pesanannya tiba.
Kalo bayarnya gimana? Tenang aja, Kuliner Lovers! Food Panda itu gak sama sekali bikin susah dengan pake system pembayaran online yang akan menambah waktu lagi untuk input data keuangan kalian! Kita bisa langsung Cash On Delivery (COD) alias bayar pas barangnya sampe ke tangan kita. Begitupun yang saya lakukan.
Setelah proses terakhir saya lakukan dengan menyetujui konfirmasi yang dilakukan oleh tim Bebek Garang dan tim Food Panda bahwa makanan sudah sesuai dengan pesanan dan akan segera tiba maksimal 60 menit dari hitungan pertama mereka menutup komunikasi telepon, maka tidak lama kemudian akhirnya datanglah menu yang saya pesan itu. Saya senang sekali!
Menurut saya, ini adalah salah satu ide yang unik yang bisa dikembangkan dari segi kuliner. Dengan beragam menu variatif yang langsung bisa disorder via gadget ataupun situs web yang juga berbasis lokasi, Food Panda ini sangat memberikan kemudahan kepada masyarakat yang pada umumnya sebagian besar sudah aktif di dunia maya. Saya tidak perlu menelpon restoran yang mau saya sasar menunya untuk menu makan siangn saya. Tetapi saya tinggal masuk ke situs Food Panda yang sudah seperti One Stop Eating for Online Delivery banget. Saya tinggal pilih menu yang saya suka dari beberapa restoran yang saya pilih areanya sesuai dengan jarak terdekat dari lokasi saya, kemudian mereka akan mengkonfirmasi pesanan dan mengirimkan menu makanan kita. Jadi kalo males cari makan keluar inget aja FOOD PANDA ya :)
Review by










Semarang : Daftar Kuliner Wajib di Semarang!
Palembang : Daftar Kuliner Ruarrr Biasanya Palembang!
Bandung : Daftar Kuliner Tengah Malam